Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berhenti Menjadi Kristen MAKE-UP | Renungan Motivasi Kristen

motivasikristen.com

BERHENTI MENJADI KRISTEN MAKE-UP 

Bacaan Alkitab: (Lukas 12:2)
“Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”

Biasanya seorang wanita ingin sekali wajahnya terlihat cantik di depan orang banyak. Sehingga ia akan berdandan. Ia akan mengoleskan wajahnya dengan alat-alat kecantikan yang dibeli dengan harga yang terbilang mahal. Pada satu sisi tujuan dari wanita merias wajah adalah baik, tetapi di satu sisi yang lain akan ada hal yang tidak baik bagi yang tidak terbiasa berdandan, ia tidak akan percaya diri dengan wajahnya yang tanpa make-up, sehingga begitu keluar dari rumah maka wajahnya akan penuh dengan warna. Tidak jarang, untuk menipu wajah mereka yang sedang ditumbuhi jerawat maka mereka akan menebalkan riasan wajah agar tidak terlalu kentara dilihat orang.

Realita Orang-orang Kristen masa kini cenderung sama seperti wanita yang make-up kan wajahnya.  Agar terlihat orang lain sebagai pengikut Kristus yang taat dan baik, ia memoles habis-habisan sisi penampilan luarnya. Berpakaian rapi dan sopan, wangi, selalu melemparkan senyum kepada orang lain, dan hal-hal baik lainnya. Jika boleh jujur, Allah tidak terlalu mementingkan semua itu. “Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel; “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7).

Dari Alkitab perjanjian lama sampai perjanjian baru diketahui bahwa Allah hanya peduli dengan apa yang ada di dalam diri manusia, bukan tampilan luar manusia. Bahkan saat Tuhan Yesus datang ke dunia dan melihat hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang sepertinya saleh ketika itu, Dia justru memberikan kecaman kepada mereka. “Tetapi Tuhan berkata kepadanya; “Kamu orang-orang farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan itu dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?” (Lukas 11:39-40).

Berpenampilan menarik dan simpatik di depan orang yang kita temui sebenarnya tidak salah atau tidak melanggar hukum atau aturan, tetapi alangkah lebih baik jika kita lebih memfokuskan diri kepada apa yang dalam diri kita. Implikasinya, ketika kita melakukan apapun di depan orang lain maka apa yang kita lakukan itu harus benar-benar jujur, apa adanya. Namun pada posisi ini banyak orang Kristen juga tidak terlalu benar, mereka banyak melakukan sesuatu dengan motivasi yang salah, ingin dilihat orang apa yang dilakukan, sehingga sering memalsukan suatu sikap untuk mendapatkan suatu pujian dan penghargaan dari manusia. “Demikianlah jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.” (Matius 23:28). 

Saudaraku, jika sampai saat ini  ada diantara kita yang masih menjadi Kristen make-up, berhentilah sekarang juga, Jadilah pribadi yang jujur, taat, dan setia kepada Allah dan sesama manusia, karena sesungguhnya inilah kerinduan hati-Nya kepada setiap kita, sebagai anak-anak yang dikasihi-Nya.

Percayalah Tuhan akan memberikan kita berkat yang melimpah apabila kita menjadi anak-Nya yang selalu melakukan sesuatu pekerjaan dengan motivasi yang benar untuk memuliakan Tuhan.

Doa: Ya Tuhan. Kiranya hambamu ini dapat menjadi anak yang sungguh-sungguh taat kepada-Mu.


Post a Comment for "Berhenti Menjadi Kristen MAKE-UP | Renungan Motivasi Kristen "