Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memaknai Penderitaan Yesus Sebagai Pintu Hidup Baru | Motivasi Kristen

motivasikristen.com

Bacaan Alkitab : (Yesaya 53: 4-5) "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang dipertanggugnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."

Saudaraku yang diberkati oleh Tuhan Yesus! Pernakah kita duduk dan merenungkan masa-masa sulit yang dialami oleh Yesus sebelum Dia disalibkan? Jika jawabannya adalah Ya, maka saya percaya kita sungguh-sungguh mengerti apa arti pengorbanan Yesus.

Tetapi jika selama kita hidup, belum pernah kita merenungkan masa-masa sulit yang dialami Yesus. Maka kesimpulannya, kita tidak menghargai dan mengerti arti pengorbanan Yesus.

Mengapa pertanyaan ini seharusnya direnungkan oleh kita sebagai orang percaya pada setiap waktu? Sebab, kematian_Nya mampu menebus dosa dan pelanggaran kita.

Hal ini juga jelaskan oleh Rasul Petrus dalam Kitab (1 Petrus 2 : 24-25) “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulunya kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwa.”

Berbahagialah kita yang telah dipilih Allah untuk diselamatkan melalui penderitaan Yesus Kristus di atas tiang kayu salib. Sebab penderitaan Yesus merupakan teladan hidup bagi kita semua.

Perjalanan hidup Yesus benar-benar menjadi contoh bagi kita dalam segala hal, baik senang maupun susah, kita harus terus menyerahkan persoalan hidup kita kepada Allah Bapa kita di surga, sebab Dialah hakim yang maha adil atas kita semua.

Fakta kehidupan manusia sehari-hari, nampak masih sering bersahabat dengan dosa, atau tidak mengikuti teladan hidup Yesus. Akibatnya, muncullah permusuhan antar keluarga, kebencian antara ayah dan ibu, dendam antara adik kakak, bahkan iri hati dan dengki, masih terus dilakukan oleh kita.  

Perbuatan yang tidak baik ini menggambarkan kehidupan manusia yang tidak mengenal Allah, masih menjadikan dosa sahabat setia, dan tidak mau menerima Yesus sebagai contoh dan teladan hidup bagi mereka.

Orang yang tidak mau menerima Yesus sebagai teladan hidup baginya, akan hidup dalam permusuhan, kebencian, dendam, dan sebagainya. Hidup mereka tidak akan ada ketenangan dan kebahagiaan.

Teladan Yesus bagi kita sebagai orang percaya dapat kita lihat dengan jelas dalam Kitab (1 Petrus 2:22-23) Ia tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki, ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan kepada Dia yang menghakimi dengan adil”

Marilah kita menyadari bahwa kita hanya menumpang di dunia yang fana ini. Roh nafas kehidupan kita suatu saat akan berhenti, akan diambil kembali oleh Allah Bapa di surge. Sama seperti kata Rasul Paulus “Hidup kita sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14b) 

Oleh karena itu, apakah kita harus tetap bersahabat dengan dosa? Ingin tetap hidup menuruti segala keinginan hafa nafsu, serta melukai hati Tuhan?

Tentunya jawabanya adalah tidak. Marilah kita menerima penderitaan Yesus sebagai teladan hidup bagi kita.  Karena kita telah dibebaskan dari perbudakan dosa untuk menerima kehidupan kekal di dalam surga nanti. “Kata Yesus kepadanya Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6). Amin.


Post a Comment for "Memaknai Penderitaan Yesus Sebagai Pintu Hidup Baru | Motivasi Kristen "