Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencobaan Sebagai Kekuatan | Renungan Motivasi Kristen

motivasikristen.com

PENCOBAAN SEBAGAI KEKUATAN

Bacaan Alkitab: (Yakobus 1:12)

“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” 

Dalam dunia ini tentu pencobaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan bagi semua umat manusia, bahkan pencobaan sering mengalahkan orang percaya untuk terjurumus dalam dosa. Pencobaan datang dengan tidak mengenal status, umur, kaya atau miskin, semua akan diperhadapkan dengan pencobaan. Lalu apakah kita harus menyerah dengan pencobaan yang datang menghampiri kehidupan kita? Tentu jawabannya adalah tidak, sebab pencobaan yang datang adalah sebuah keuntungan atau kebahagiaan untuk menuju hidup dalam ketekunan. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”(Yakobus 1:2-3).

Jangan pernah kita menganggap bahwa pencobaan yang datang adalah pemberian Tuhan, karena kesalahan kita, inilah suatu kesalahan yang sering dilakukan oleh kita sebagai orang percaya. “Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya” (Yakobus 1:13-14).

Ini adalah suatu larangan kepada kita untuk mencoba-coba menghakimi Allah, karena sesuai dengan Firman-Nya Allah adalah kasih, Allah adalah adil.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan, dia pasti tidak akan takut atas ujian atau pencobaan, karena semuanya didasarkan karena ketekunan imannya kepada Tuhan. Sama seperti Ayub yang terus dicobai Tuhan, namun ia berhasil melewati semua pencobaan itu. 

Taukah kita mengapa Ayub berhasil melewati cobaan hidup yang datang menghampiri kehidupannya? Sebab dia percaya Tuhan akan memberikan yang terbaik ketika ia tetap taat dalam berbagai cobaan dan penderitaan. “Lalu Tuhan memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan Tuhan memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”      (Ayub 42:10).

Pencobaan hidup ibaratkan emas, tidak akan ada emas sebelum dileburkan dibara api yang menyala-nyala dengan sangat panas. Seperti itulah ujian terhadap iman percaya kita, kita tidak akan mengalami kesempurnaan untuk menghasilkan buah yang matang dan tidak mengalami kekurangan jika tidak sanggup menghadapi masalah atau ujian hidup. 

Sadarilah kita, bahwa hidup kita hanyalah anugerah dari Tuhan, jadi jangan pernah mengatakan Tuhan tidak adil bagiku. Tuhan mengapa Engkau membiarkanku seperti ini. Yakinlah, segala sesuatu yang didapatkan oleh kita semua, adalah suatu kebaikan dan kehabagiaan yang akan membawa kita pada suatu kemenangan dalam Kristus Yesus.

Percayalah pencobaan yang kita alami hari ini, itu semua untuk menumbuhkan jiwa ketekunan di dalam Dia yang merupakan sumber ketekunan itu sendiri. “Karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3b-4).

Saudaraku, tetaplah taat dan tetap setia ketika pencobaan terus datang menghampiri kehidupan kita. Karena ketaatan dalam pencobaan akan membawa kita pada berkat yang sempurna dalam nama Kristus Yesus.

Doa: Ya Tuhan. Jadikanlah hambamu ini setia dan tekun dalam segala keadaan hidup, susah dan senang kiranya hatiku tetap percaya kepada janji-Mu.


Posting Komentar untuk "Pencobaan Sebagai Kekuatan | Renungan Motivasi Kristen "