Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kesaksian JIM CAVIEZEL "Sungguh Berat Salib Yang Dipikul Yesus" | Motivasi Kristen

motivasikristen.com

Syalom sahabat pembaca tulisan Motivasi Kristen. Bagaimana kabar anda hari ini?

Harapan saya, kiranya kasih dan lindungan dari Tuhan Yesus senantiasa hadir dalam langkah kehidupan kita.

Pada kesempatan ini, saya ingin berbagai suatu kesaksian dari pemeran Film "The Passion Of The Chisrt"

Jim Caviezel adalah seorang aktor Hollywood yang memerankan "Tuhan Yesus" dalam film yang berjudul "The Passion Of The Chirst".

Sahabat seiman Kristen, apakah anda tahu apa yang dijelaskan oleh JIM ketika selesai melangsung syuting film tersebut.

Berikut ini perkataan yang keluar dari mulut Jim Caviezer. "Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh dari lebih sulit dari yang saya bayangkan.

Di make-up selama 8 jam setiap hari, tidak boleh bergerak dan tidak boleh duduk, saya adalah satu-satunya orang di lokasi syuting yang tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru lain bisa duduk santai dengan makanan dan minuman mereka.

Ditambah kostum kasar yang tidak nyaman, meyebabkan gatal-gatal sepanjang syuting membuat saya sangat tertekan. Bahkan salib yang digunakan diusahakan seasli mungkin yang pernah Yesus pikul.

Ketika saya meletakkan salib itu ke pundak saya, saya sangat kaget dan menangis karena mengalami kesakitan. Banyak orang yang melihat saya menyangka saya hanya akting yang luar biasa, padahal saya sungguh-sungguh mengalami kesakitan yang luar biasa.

Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa bisa memikulnya, namun saya mencoba dengan sekuat tenaga. Setelah mencoba berjalan dengan memikul salib, yang terjadi adalah pundak saya berdarah dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. 

Saya coba membayangkan pada 2000 tahun yang lalu. Dimana Yesus mampu melewati siksaan dan penderitaan itu.

Saya orang yang paling tahu kesakitan dan penderitaan itu, namun situasinya berbeda. Yesus benar-benar sakit dan tersiksa. dan menurut saya tidak ada siksaan yang separah ini, namun Yesus mampu melewatinya. 

Jujur saya sangat sedih, jika melihat orang percaya pada masa ini yang suka mengeluh akan hidupnya bila sedikit penderitaan menimpanya.

Yang saya ingin katakan, penderitaanmu bukanlah apa-apa, tidak ada bandingnya dengan penderitaan Yesus. 

Saya bisa merasakannya, namun sebagai orang percaya janganlah kita mudah mengeluh akibat banyaknya masalah.

Kita harus senantiasa bersyukur, lewat pengorbanan Yesus Kristus, kita semua bisa memperoleh kasih karunia dari Dia.

Dosa dan pelanggaran yang kita lakukan pada masa lalu, sekarang dan dosa masa depan sudah ditebus oleh Dia.

Setelah film itu selesai dibuat, Jim merasa ada sukacita yang luar biasa, yang tidak pernah dialami sebelumnya.

Bahkan yang paling luar biasa adalah berkatnya semakin melimpah dari dunia akting. 

Banyak tawaran yang terus datang akibat dikatakan sangat berhasil dalam memerankan Yesus dalam Film "The Passion Of The Christ"

Saudara seiman Kristen. Apa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari kesaksian JIM CAVIEZEL.?

Sebagai orang percaya kita harus benar-benar melakukan kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup kita.

Bayangkan saja Yesus mati diatas kayu salib dengan melewati siksaan yang luar biasa hanya untuk kita sebagai umat pilihannya. 

Lalu apakah kita harus melukai hatinya? Apakah kita harus mendukakan hatinya? Tentunya tidak bukan!

Oleh sebab itu jadilah anak Tuhan yang taat dalam segala hal. Perkataan, pikiran, dan tindakan kiranya dipakai untuk memuliakan nama Tuhan Yesus.

Sehingga berkat Tuhan senantiasa mengalir dalam langkah kehidupan kita. "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, dan menaruh harapan kepada-Nya". Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. 

3 comments for "Kesaksian JIM CAVIEZEL "Sungguh Berat Salib Yang Dipikul Yesus" | Motivasi Kristen "

  1. AminπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜₯

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Tuhan Yesus memberkati

      Delete
  2. AminπŸ™πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜ŒπŸ˜ŒπŸ˜₯πŸ˜₯
    Gbu ayah
    Truslah berkaryaπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ’ͺπŸ’ͺ

    ReplyDelete

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.