Alkitab di Tangan Kanan, Lidah Fitnah di Bibir: Kesombongan Rohani yang Menjijikkan I Motivasi Kristen
Alkitab di Tangan Kanan, Lidah Fitnah di Bibir: Kesombongan Rohani yang Menjijikkan
Bacaan Alkitab: Yakobus 3:5–10; Efesus 4:29
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.” Efesus 4:29
Ada orang yang rajin ke gereja, hafal banyak ayat Alkitab, bahkan pandai berbicara tentang kasih dan kekudusan. Namun, di balik semua itu, lidahnya justru sibuk menyebarkan fitnah, hoaks, sindiran, dan cerita yang menjatuhkan sesama.
Alkitab di tangannya, tetapi fitnah di mulutnya. Bibirnya berbicara tentang kasih, tetapi perkataannya melukai.
Inilah ironi kehidupan rohani: seseorang bisa terlihat saleh di tempat ibadah, tetapi gagal menunjukkan karakter Kristus ketika berbicara tentang orang lain.
Yakobus mengingatkan bahwa lidah memang kecil, tetapi dampaknya sangat besar. Dengan lidah, kita bisa menguatkan orang yang lemah, tetapi dengan lidah yang sama, kita juga bisa menghancurkan nama baik seseorang. Sekali fitnah tersebar, permintaan maaf belum tentu mampu memulihkan kepercayaan dan luka yang ditinggalkannya.
Lebih menyedihkan lagi, ada orang yang menyebarkan kabar yang belum tentu benar, lalu membungkusnya dengan alasan, “Saya hanya menyampaikan informasi.” Ada pula yang menjatuhkan orang lain sambil merasa dirinya sedang membela kebenaran. Padahal, tidak semua yang kita dengar layak kita sebarkan, dan tidak semua yang kita yakini otomatis benar.
Jangan menggunakan ayat Alkitab untuk membenarkan kebencian. Jangan menjadikan doa sebagai penutup bagi gosip, atau pelayanan sebagai panggung untuk membangun citra diri. Tuhan tidak hanya melihat seberapa sering kita beribadah, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan sesama melalui perkataan dan tindakan kita.
Sebelum membicarakan kesalahan orang lain, periksalah hati sendiri. Sebelum membagikan sebuah berita, pastikan kebenarannya. Sebelum mengucapkan sesuatu, tanyakan apakah perkataan itu benar, perlu, dan membangun.
Sebab, kedewasaan rohani bukan hanya terlihat dari seberapa fasih seseorang mengutip firman Tuhan, melainkan juga dari kesediaannya menjaga lidah dan menghormati sesama.
Pesan Hari Ini
Jangan bangga karena Alkitab selalu ada di tanganmu jika lidahmu masih menjadi sumber fitnah bagi orang lain. Jangan merasa paling suci hanya karena rajin beribadah, sementara perkataanmu merusak kehidupan sesamamu.
Lebih baik sedikit berbicara tetapi membawa damai, daripada fasih berkhotbah tentang kasih tetapi gemar menyebarkan kebencian.
Ingatlah, Tuhan yang kita sembah bukan hanya mendengar doa yang kita ucapkan di gereja, tetapi juga mengetahui perkataan yang kita keluarkan ketika membicarakan orang lain.
Doa
Tuhan Yesus, ampunilah kami jika selama ini mulut kami lebih sering melukai daripada menguatkan. Tolong kami menjaga lidah, menghindari fitnah, menolak berita yang belum teruji kebenarannya, dan belajar berbicara dengan kasih serta kebijaksanaan. Biarlah hidup kami mencerminkan firman-Mu, bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga melalui perkataan dan tindakan kami. Amin.

Posting Komentar untuk "Alkitab di Tangan Kanan, Lidah Fitnah di Bibir: Kesombongan Rohani yang Menjijikkan I Motivasi Kristen "
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.