Banyak yang Dipanggil Melayani, Tetapi Lupa Panggilan Pertama di Rumah I Motivasi Kristen
Banyak yang Dipanggil Melayani, Tetapi Lupa Panggilan Pertama di Rumah
Bacaan: 1 Timotius 3:4–5
“Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus jemaat Allah?”1 Timotius 3:5
Ada orang yang begitu sibuk melayani Tuhan. Setiap kegiatan gereja ia hadir. Rapat tidak pernah dilewatkan. Pelayanan selalu dijalankan. Banyak orang mengenalnya sebagai orang yang aktif dan setia di gereja.
Tetapi ada pertanyaan yang sering terlupakan:
Bagaimana keadaan keluarganya di rumah?
Jangan sampai kita begitu sibuk mengurus kehidupan rohani orang lain, tetapi anak sendiri kehilangan perhatian. Jangan sampai kita rajin menguatkan jemaat, tetapi pasangan di rumah merasa sendirian. Jangan sampai kita punya waktu untuk banyak orang di gereja, tetapi tidak punya waktu untuk duduk dan mendengarkan cerita keluarga sendiri.
Paulus memberikan prinsip yang sangat jelas. Sebelum seseorang dipercaya mengurus jemaat, kehidupannya dalam keluarga harus diperhatikan. Ini menunjukkan bahwa keluarga bukan penghalang pelayanan; keluarga adalah salah satu tempat pertama di mana iman dan pelayanan kita diuji.
Sebab pelayanan yang sejati tidak hanya terlihat ketika kita berdiri di mimbar, memimpin ibadah, atau memegang jabatan gerejawi. Pelayanan juga terlihat ketika seorang ayah mau mendengarkan anaknya, ketika seorang ibu hadir bagi keluarganya, ketika suami dan istri saling menghargai, dan ketika seluruh keluarga belajar hidup dalam kasih Kristus.
Yesus berkata:
“Kasihilah Tuhan, Allahmu... dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Matius 22:37–39
Dan keluarga adalah lingkungan terdekat tempat kasih itu seharusnya pertama-tama nyata.
Jangan sampai orang lain mengenal kita sebagai orang yang penuh kasih, tetapi keluarga kita mengenal kita sebagai orang yang selalu tidak punya waktu.
Pelayanan memang penting. Gereja membutuhkan orang-orang yang mau melayani. Tetapi pelayanan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab yang Tuhan sudah percayakan di rumah.
Karena itu, mungkin hari ini kita perlu berhenti sejenak dan bertanya:
Apakah keluargaku merasa dilayani olehku?
Apakah anak-anakku melihat Kristus melalui kehidupanku?
Apakah pasangan hidupku merasakan kasih Tuhan melalui sikapku?
Sebab suatu hari nanti, bukan hanya gereja yang akan mengenang pelayanan kita. Keluarga adalah orang-orang yang paling lama hidup bersama kita dan paling tahu siapa kita sebenarnya.
Doa
Tuhan Yesus,
Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu sibuk melayani di luar rumah, tetapi lupa memberikan perhatian kepada keluarga yang Engkau percayakan kepada kami.
Ajarlah kami memahami bahwa keluarga bukan penghalang pelayanan, tetapi bagian dari panggilan kami untuk menghadirkan kasih Kristus.
Tolong kami menjadi suami, istri, orang tua, dan anak yang bertanggung jawab. Biarlah pelayanan kami di gereja tidak membuat keluarga terluka, tetapi justru membuat rumah kami menjadi tempat pertama di mana kasih, pengampunan, iman, dan keteladanan itu bertumbuh.
Tuhan, jangan biarkan kami berhasil melayani banyak orang, tetapi gagal mengasihi orang-orang yang paling dekat dengan kami.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.
Amin.

Posting Komentar untuk "Banyak yang Dipanggil Melayani, Tetapi Lupa Panggilan Pertama di Rumah I Motivasi Kristen "
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.