Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Tugas Bersama Suami-Isteri KRISTEN | Renungan Motivasi Kristen

motivasikristen.com

MENGENAL TUGAS BERSAMA SUAMI-ISTRI

Bacaan Alkitab: (Efesus 5:22 & 25)

“Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan. Hai suami kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

Keluarga merupakan lembaga yang Tuhan dirikan. Di dalamnya terdapat hak dan kewajiban yang dimiliki oleh suami istri. Semuanya itu diatur oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga salah satu pihak tidak merasa lebih unggul dari pihak lainnya. Sehingga tidak ada yang menjadi “anak emas”. Karena itu, ada tugas bersama yang harus dilakukan oleh suami istri secara bersamaan agar keduanya menyadari bahwa mereka saling membutuhkan. Kekurangan pasangan kita diisi oleh kelebihan kita, dan kekurangan kita diisi oleh kelebihan pasangan kita. Dengan demikian terjadi keseimbangan dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Lantas apa sajakah Tugas bersama yang dimaksud:

Pertama saling mengasihi. Suami dan istri dipanggil atau dipersatukan untuk saling mengasihi. “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” (Efesus 5:25). Saling mengasihi bukan hanya pada keadaan ekonomi yang stabil, tetapi suami dan istri harus tetap saling mengasihi dalam keadaan apa pun. Inilah yang harus diperhatikan, susah, senang, tetaplah saling mengasihi karena itulah tugas utama dalam keluarga Kristus.

Kedua saling merendahkan diri. Merendahkan diri di dalam Kristus adalah suatu prinsip rohani yang umum. Alkitab menegaskan pada suami istri agar “rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.” (Efesus 5 :21). Prinsip ini harus diterapkan pertama-tama dalam keluarga Kristen. Ketundukan, kerendahan hati, kelembutan, kesabaran, dan toleransi harus merupakan ciri khas dari setiap anggota keluarga Kristen. Istri harus tunduk (yaitu, tunduk di dalam kasih) kepada tanggung jawab suaminya selaku pemimpin dalam keluarga.

Suami harus tunduk kepada kebutuhan istrinya dengan sikap kasih dan pengorbanan diri. Jika setiap pasangan suami istri Kristen memberlakukan prinsip ini dalam rumah tangganya, dapat dipastikan bahwa tidak ada suami yang menindas istri dan tidak ada istri yang tidak tunduk dan tidak hormat kepada suami, karena mereka saling memperlakukan dengan penuh kasih sayang dan hormat.

Ketiga saling memenuhi kewajiban. Dalam kekristenan, suami dan istri masing-masing mempunyai hak untuk mendapatkan kesetiaan yang penuh dari pasangannya. “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” (Ibrani 13:4). Setiap pihak berkewajiban untuk memenuhi hak yang dimiliki pasangannya. Alkitab menegaskan hal ini dengan menyatakan bahwa “Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya.” (1 Korintus 7:3).

Keempat saling mempercayai. Makna kata percaya berarti yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (dapat memenuhi harapan, jujur, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.) “Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.” (Amsal 31:11). Ini berarti bahwa sang suami yakin benar atas kemampuan istrinya dalam mengelola rumah tangga dan menjadi penolong yang sepadan baginya sehingga ia dapat menaruh kepercayaan kepadanya. “Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, “(Efesus 5:22). Hal ini menunjukkan bahwa ada suatu keyakinan pada sang istri akan kemampuan suaminya untuk memenuhi harapan, bersikap jujur dan bertanggung jawab terhadap keluarganya, khususnya sang istri.

Saudaraku, keluarga sejati adalah suami dan istri saling melengkapi untuk menunjukan pasangan Kristen yang benar di hadapan Tuhan. Jika prinsip-prinsip ini dilakukan, maka keluarga kita akan menjadi kelaurga Kristen yang berhak mendapatkan berkat setiap hari dari Tuhan.

Doa: Ya Tuhan. Kiranya kami dapat menjalankan tugas kami dengan baik atau yang berkenan kepada-Mu, sebagai suami istri.


Post a Comment for "Mengenal Tugas Bersama Suami-Isteri KRISTEN | Renungan Motivasi Kristen "